Perusahaan Italia Eni Siap Garap Dua Proyek Gas Lepas Pantai Indonesia
ENERGYWORLD.CO.ID – Perusahaan Italia Eni siap mengambil keputusan investasi final bulan depan untuk mengembangkan dua ladang gas lepas pantai di Indonesia, kata kepala regulator hulu negara Asia Tenggara itu pada hari Selasa.
Eni dijadwalkan akan menyetujui pengembangan proyek gas Geng North dan Gendalo-Gendang di cekungan Kutei pada bulan Maret, kata Djoko Siswanto, kepala regulator Indonesia SKK Migas, seperti yang dilaporkan oleh Reuters .
Menurut pejabat tersebut, Eni akan mengelola proyek-proyek tersebut melalui usaha patungan barunya dengan Petronas Malaysia untuk pengelolaan aset bersama di Indonesia dan Malaysia.
Pada musim panas tahun 2024, Eni mengumumkan bahwa otoritas Indonesia telah menyetujui Rencana Pengembangan (POD) ladang Geng North (PSC Ganal Utara) dan Gehem (PSC Rapak). Pengembangan terpadu kedua ladang tersebut akan menciptakan pusat produksi baru, yang disebut Northern Hub, di Cekungan Kutei. Otoritas Indonesia juga telah menyetujui rencana untuk ladang Gendalo Gandang (PSC Ganal). Selain itu, Eni juga mendapatkan perpanjangan lisensi selama 20 tahun dari otoritas Indonesia untuk lisensi Ganal dan Rapak.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Eni bertujuan untuk membangun produksi gas dan kondensat yang signifikan, yaitu sekitar 2 bcf/d gas dan 80.000 bopd kondensat di wilayah Kalimantan Timur, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Sistem pasokan gas akan memanfaatkan sinergi dengan fasilitas yang sudah ada di wilayah tersebut, seperti Pabrik LNG Bontang dan Unit Produksi Terapung (FPU) Jangkrik.
Pada akhir tahun lalu, Eni dan Petronas mengumumkan rencana investasi sebesar 15 miliar dolar AS untuk mengembangkan cadangan terbukti di Indonesia dan Malaysia selama lima tahun ke depan.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Eni dan Petronas berencana untuk memulai hingga delapan proyek hulu baru di Indonesia dan Malaysia selama tiga tahun ke depan, kata kepala eksekutif Eni, Claudio Descalzi, pada bulan November.


