SHARE
Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak.

Samarinda, GEO ENERGI – Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak kembali menyerukan agar Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) dibubarkan. Dikatakan Awang, sejauh ini pemerintah daerah tidak bisa mengakses jumlah produksi migas per bulan atau per tahun.

“Hingga kini, SKK Migas sangat tertutup. Mereka tidak mau transparan berapa ribu barel minyak yang diproduksi per hari, atau berapa juta barel per bulan. Padahal, data ini penting sebagai perencanaan pembangunan,” katanya, di Lamin Etam Samarinda, Rabu (27/5).

Awang menjelaskan, seharusnya jumlah produksi migas diketahui oleh kepala daerah setempat. Sebab, keberadaannya sangat penting untuk perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang daerah yang bersangkutan.

“Mulai Juli (2015), semua produksi migas harus transparan dilaporkan ke gubernur. Jika tidak, kami tidak akan memberikan izin. Masih ada waktu satu bulan mulai sekarang untuk menyiapkan. Jika tidak ada laporan, kami akan tegas,” tegasnya.

Intransparansi produksi tersebut, menurut dia juga terjadi pada perusahaan tambang batu bara. Sehingga, Awang meminta semua tambang batu bara harus transparan ihwal produksi dan jumlah yang dijual ke luar negeri.

“Tanggung jawab perusahaan pertambangan terhadap masyarakat juga masih rendah, seperti tidak ada yang membangun pembangkit listrik maupun sarana air bersih. Kalau saya memikirkan itu semua, betapa sakit hati ini,” papar dia.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here