SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Menteri Perdagangan (Mendag) tengah bersiap menerbitkan Peraturan Menteri Perdagagan (Kemendag) No. 33/M-DAG/PER/5/2015 tentang Ketentuan Ekspor Timah yang mengatur sejumlah perubahan tentang penjualan produk timah, contohnya jenis timah yang boleh diekspor.

“Permendag Nomor 33/2015 ini akan membantu upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam (SDA),” ujar Mendag Rachmat Gobel saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta (19/5).

Pada Permendag Nomor 33/2015 ini terdapat perubahan jenis timah yang dapat diekspor yang sebelumnya menjadi empat kelompok, kini menjadi hanya tiga kelompok. Jenis timah yang dapat diekspor sebelumnya antara lain adalah timah murni batangan, timah murni bukan batangan, timah solder dan timah paduan bukan solder.

Menurut Permendag baru, jenis timah yang boleh dieskpor adalah timah murni batangan yang memiliki kandungan stannum (Sn) paling rendah 99,99% dalam bentuk batangan dan merupakan hasil pengolahan menggunakan smelter, timah solder dengan kandungan Sn paling tinggi 99,7% yang digunakan untuk menyolder dan mengelas, dan barang lainnya dari timah dengan nilai Sn paling tinggi 96%. Barang lainnya ini bisa dalam bentuk plat, lembaran, strip, pembuluh, pipa, alat kelengkapan pembuluh atau pipa, tabung yang mudah dilipat dan alat rumah tangga lainnya.

“Selain ketiga jenis timah tersebut dilarang untuk diekspor,” kata Racmat menegaskan. Alasannya, agar dapat meningkatkan nilai tambah ekspor. Permendag No.33 Tahun 2015 ini akan diterbitkan paling lambat 1 Agustus 2015. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here