SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Bank Dunia menawarkan dana pinjaman sebesar 11 miliar dolar AS untuk pendanaan baru hingga empat tahun ke depan kepada Indonesia. Tawaran disampaikan langsung oleh Presiden Bank Dunia, Kim Jim Yong saat bertemu Presiden Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta.

“Presiden Kim dan delegasi Bank Dunia bertemu bertemu Presiden Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, Bank Dunia adalah mitra pemerintah Indonesia,” ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, usai mendampingi Jokowi menerima delegasi Bank Dunia di kantor Kepresidenan, Rabu (20/5/2015).

Dalam pertemuan tersebut, dikatakan Bambang, berfokus kepada tiga bidang; pertama, kesehatan terutama ibu melahirkan dan gizi balita. Kedua, perbaikan iklim usaha di Indonesia, dan ketiga pengembangan pariwisata.

Rencana utang sebesar 11 miliar dolar AS tersebut terdiri atas 8 miliar dolar AS dari Bank Dunia (Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan/IBRD), dan 3 miliar dolar AS berasal dari international Finance Corporation (IFC) dan multilateral investment guarantee agency (MITA).

“Kami ingin mewujudkan salah satu komitmen pendanaan kami yang terbesar di dunia untuk Indonesia, melalui kantor perwakilan Jakarta. Kami ingin berbagi dengan Indonesia terkait pengetahuan global dan keahlian teknis di berbagai sektor seperti energi, kesehatan, ekonomi maritim hingga pelayanan masyarakat di daerah,” jelas Jim Yong Kim.

Besarnya jumlah pinjaman, menurut dia mencerminkan kenaikan pinjaman kepada Indonesia sebesar 25 persen dari periode 4 tahun sebelumnya. Kim memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata tumbuh 6 persen dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, menurut dia, Indonesia juga telah b erhasil memangkas separuh jumlah penduduk yang menderita kemiskinanekstrim dalam 15 tahun ke angka 11.3 persen hari ini. “Membantu 25 juta orang keluar dari kemiskinan dalam kurun waktu kurang dari satu generasi adalah pencapaian besar,” papar Kim.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here