SHARE
Foto: Geo Energi/Affam

Jakarta, GEO ENERGI – Pembangunan desa tidak bisa lepas pada jalannya program pembangunan daerah tertinggal (PDT) dan transmigrasi.

Transmigrasi sudah dilakukan dari zaman orde baru. Akan tetapi, transmigrasi di zaman reformasi ini malah meredup. Dalam menghidupkan transmigrasi Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi menyiapkan 143 titik Transmigrasi yang terdiri dari 3.500 kecamatan, 140 kabupaten dan kota di dua provinsi. Diharapkan dengan hadir kembalinya transmigrasi dapat menghasilkan sentral produksi yang baru.

“Kami mempersiapkan rencana yang lebih ril dengan cara kembali menghidupkan transmigrasi di daerah perbatasan dan luar. Ada 1.335 desa di perbatasan yang difokuskan untuk dilakukan transmigrasi,” ujar Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar di Hotel Grand Cemara, Jakarta (12/5).

Sampai saat ini, masih terdapat lebih dari 200 daerah yang termasuk daerah tertinggal. Bahkan masih ada sekitar 1.500 desa belum dialiri listrik. Persentase daerah tertinggal di Indonesia mencapai 52%. Untuk menyokong daerah tertinggal Kementerian Desa merencanakan pembangunan infrastruktur.

“Dari RKP telah dialokasikan Rp43 triliun untuk desa, Rp 260-280 juta untuk tiap desa. Besar anggaran ini haris dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selanjutnya diperlukan koordinasi bersama yang baik untuk mempersiapkan regulasi untuk mempermudah proses birokrasinya” kata Marwan.

Hal lain yang sedang diusahakan oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi adalah pemberdayaan UMKM, pengadaan fasilitas, penyediaan air bersih dan revitalisasi masyarakat. “Program tersebut akan mulai ditender dalam waktu dekat,”tutup Marwan. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here