SHARE
Foto: Geo Energi/Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur PT Dara Trasindo Eltra, Yan Ahmad Suep mengatakan peryataan berbeda dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik KPK pada 2014. Dalam BAP Yan mengatakan bahwa mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana tidak menyerahkan mobil kepadanya dan tidak menggantinya dengan uang.

Namun dalam persidangan lanjutan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Yan justru mengaku Sutan telah menyerahkan mobil Alphard lamanya kepada dirinya dua bulan usai transaksi jual beli mobil. “Diganti uang USD 90 ribu, dua bulan setelah itu, sekitar November-Desember 2011,” katanya, Senin (11/5).

Yan menjelaskan, dirinya sudah sepuluh tahun lalu sudah mengenal Sutan Bhatoegana sebelum politikus Demokrat itu belum menjadi anggota DPR. Ia pun mengaku jarang bertemu dengan Sutan, namun minimal empat kali dalam satu tahun keduanya selalu menyempatkan diri untuk berjumpa.

Yan menceritakan, asal muasal tukar menukar mobil dengan Sutan. Ia menyebut Sutan mengutarakan niatnya untuk menjual mobil Alphard 3500 cc dan ditukar dengan Alphard 2400 cc. “Saya bilang kalau cuma jual Alphard enggak akan laku. Terus, dia mau jual Alphard dan sedan kemudian, di tukar tambah,” kata Yan.

Saat itu, Yan berminat untuk membeli mobil Sutan. Kemudian terjadilah kesepakatan jual beli mobil. “Saya diminta merealisasikan kendaraan itu (Alphard 2400 cc),” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah melihat-lihat Alphard 2.400 cc baru di showroom mobil PT Duta Motor bersama Ganie (Ganie H Notowijoyo) dan sopir Sutan bernama Chasmadi. Mereka pergi menuju ke diler itu secara terpisah dengan kendaraan masing-masing.

Sesampainya mereka di diler, Yan pun menyepakati untuk membeli mobil mewah tersebut. Ia menyerahkan sejumlah uang sebagai panjer atau down payment untuk membeli Alphard 2.400 cc untuk Sutan itu. “Saya bayar DP 1.500 dolar AS untuk tanda jadi. Dan saya minta waktu melunasi 1-2 hari kemudian,” katanya.

Selang dua hari kemudian, Yan melunasi mobil seharga Rp 925 juta tersebut dengan memerintahkan dua anak buahnya, Panut Haryanto dan Abdul Malik. “Saya dengar mobil sudah diterima Pak Sutan,” kata Yan.

Sebelumnya Sutan didakwa telah menerima uang dari Mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno senilai 140 ribu dolar AS dalam pembahasan APBN 2013 Kementerian ESDM.

Ia juga didakwa menerima hadiah-hadiah lain yaitu menerima 1 unit mobil Toyota Alphard, uang tunai sejumlah Rp 50 juta dari Menteri ESDM 2011-2014 Jero Wacik, uang tunai sejumlah 200 ribu dolar AS dari Kepala SKK Migas Januari-Agustus 2013 Rudi Rubiandini, serta mendapatkan rumah sebagai posko pemenangan dari pengusaha Saleh Abdul Malik. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here