SHARE
Foto: Lampost

Jakarta, GEO ENERGI – Akibat meningkatnya pencurian kayu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, perusahaan pelat merah Perum Perhutani mengalami kerugian hingga Rp 144 miliar rupiah. Kerugian tersebut terhitung sejak 5 tahun terakhir.

Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani Mustoha Iskandar mengatakan, pencurian terjadi akibat lemahnya pengawasan yang disebabkan kurangnya supervisi dari mandor yang dipekerjakan. Selain itu, cakupan pengawasan mandor yang luas serta jam operasional yang tidak mencapai 24 jam, menjadi alasan mengapa pengawasan Perhutani tidak maksimal.

” Kami memang akui adanya pengawasan yang lemah. Sebetulnya hal itu bersifat resiprokal. Kita memang lengah dan memang ada kesempatan kayu-kayu tersebut diambil para pencuri,” kata dia seperti dikutip dari situs Perhutani, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Meski begitu, pihak perhutani mengaku belum dapat menambah pekerja, alasannya kata Mustoha, anggaran belum tersedia.

” Kita kerjakan satu orang mandor per 100 hingga 150 hektare dan itu span of control-nya cukup luas. Terlebih mereka tidak bekerja 24 jam secara penuh, jadi pasti ada lowongnya,” jelas Mustoha.

Untuk diketahu, Perum Perhutani memiliki 7.560 polisi hutan yang tersebar di seluruh wilayah milik Perhutani di Jawa dan Madura. Di mana, konsentrasi utamanya berada di daerah zona merah pencurian seperti Tasikmalaya, Pati, dan Jatirogo. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here