SHARE
Foto: Affan/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur Tropical Renewable Energy Center (TREC) akultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Dr. Ing. Eko Adhi Setiawan berpendapat bahwa saat ini pemerintah daerah sudah harus mandiri membangun pembangkit listrik, tidak lagi terlalu bergantung kepada PLN.

Menurut Eko dalam membangun pembangkit listrik ada dua paradigma, lama dan baru. Paradigma lama ialah denganmembangun pembangkit dengan kapasitas sangat besar dan transmisi yang sangat panjang. Paradigma baru adalah dengan menggunakan potensi sumber daya lokal.

“Selama ini Indonesia hanya bergantung pada pembangkit dan transmisi dari PLN yang masih bersifat centralized di Pulau Jawa. Padahal paradigma lama ini mempunyai resiko seperti tidak terjangkaunya listrik di daerah terpencil karena biaya yang besar,kemungkinan tidak dapatnya daerah pembangkit akan aliran listrik karena listrik yang dihasilkan langsung dialiri ke transmisi, kurang efektifnya transmisi karena masing-masing transmisi kehilangan kapasitas sekitar 10-15 persen, juga ancaman black out,” ujar Adhi Setiawan  dalam seminar dan diskusi nasional  bertemakan “Kebijakan dan Langkah Strategis Dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketengalistrikan” di Universitas Indonesia (30/3).

Mulai dari tahun 2000 di dunia sudah dikembangkan konsep decentralized dimana daerah lokal menggunakan sumber daya dari lokasi masing-masing, baik fosil maupun non-fosil. Lalu nantinya dibuat sistem low voltage yang cukup untuk daerah tersebut. Daerah dengan sektor industri,perikanan, dan pariwisata yang potensial bisa membangun pembangkit listrik sendiri.

“Sistem yang cocok untuk kondisi Indonesia saat ini. Masing-masing daerah bisa menghasilkan listrik hingga 10 MW. Pemerintah harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensinya, bisa dari tenaga air, matahari, batubara dan lainnya yang cenderung bersih” tutupnya. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here