SHARE
Istimewa

Jakart, GEO ENERGI – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Timah (Persero) Tbk mengeluarkan beberapa putusan, salah satunya adalah besar pembagian dividen dan juga belanja modal perseroan untuk pengembangan usaha pada 2015.

Dari total pemasukan bersih tahun 2014 sebesar Rp 638 miliar, dimana harga per lembar sahamnya Rp 86, PT Timah akan memberikan sekitar 30% sebagai dividen kepada pemerintah sebesar Rp 124,4 miliar dan Rp 66,986 miliar untuk pemegang saham, sedangkan sisanya untuk keperluan persero.

“70 persen untuk cadangan perseroan, kedepan perseroan butuh uang untuk pengembangan, dividen per saham Rp 25,7 rupiah perlembar,” kata Sukrisno, Dirut PT Timah usai RUPS, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (26/3).

Hasil RUPS lainnya, Manajemen PT Timah menyiapkan belanja modal/capital expenditure sebesar Rp 1,2 triliun untuk mengembangkan usaha pada 2015. Belanja modal ini meningkat dari belanja modal sekitar Rp 800 miliar pada 2014.

“Dana belanja modal berasal dari bank. Kami pinjam standby loan sekitar Rp 3 triliun. Kami bekerja sama dengan BRI, bank Mandiri dan BNI,” kata Sukrisno.

Anggaran belanja modal untuk pengembangan usaha pada 2015 digunakan untuk pembangunan satu unit fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) senilai Rp 40 miliar. Menurut Sukrisno, anggaran pembangunan smelter itu juga tidak terlalu besar berbeda dengan smelter nikel yang mencapai Rp 5 miliar.

Selain itu perseroan tersebut juga akan melebar ke bisnis properti, dengan modal awal Rp 150 miliar untuk pembangunan perumahan di Bekasi. PT Timah juga membangun galangan kapal senilai Rp 90 miliar.

“Mudah-mudahan akan lebih banyak pengembangan yang kami lakukan,” tutup Sukrisno. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here