SHARE
glogow-silverJakarta, GEO ENERGI – Terkait dengan rencana pembangunan pengolahan dan pemurnian bahan baku mineral (smelter) yang tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015) yaitu akan dibangunnya 30 smelter yang akan menunjang aktifitas tambang nasional.
Togu Pardede, Deputy Director for Geological, Mining and Geothermal di Direktorat Energi, Sumber Daya Mineral dan Tambang Bappenas mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum memiliki perencanaan yang jelas mengenai berapa smelter yang dibutuhkan dengan cadangan mineral yang Indonesia miliki saat ini.
Togu menjelaskan bahwa sampai saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum memberikan data yang jelas mengenai berapa banyak kebutuhan smelter yang dibutuhkan dalam skala nasional saat ini.
“Kita belum punya plan butuh smelter berapa dengan cadangan mineral kita sekarang. Kita harus hitung dulu baru bisa diputuskan berapa butuhnya. Karena ESDM belum ada data validnya yang diserahkan pada kami,” kata Togu saat ditemui seusai menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel yang diadakan dalam Exhibition and Conference Sumatra Miner 2015 di Palembang, Rabu (4/3).
Togu mengharapkan Kementerian ESDM dapat segera menyerahkan data valid mengenai kebutuhan smelter yang harus dibangun di tanah air.
“Kita harapkan ESDM punya policy begitu. Berapa sebenernya smelter yang dibutuhkan. Di RPJMN memang tertera 30 smelter. Itupun juga masih menjadi Pekerjaan Rumah mengenai lokasinya akan dibangun dimana saja,” katanya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here