SHARE
jumpunpambelom.blogspot.com

Jakarta, GEO ENERGI– Mengelola hutan gambut yang sebelumnya rusak, bukan merupakan hal yang mudah. Hal ini yang membuat Ir. Januminro, seorang pegawai negeri sipil bersemangat untuk menumbuhkan kembali hutan di lahan gambut yang diberinama ‘Jumpun Pambelom’. Selain namanya, ada keunikan lain dari hutan gambut yang dikelola Januminro ini. Yakni perihal status lahan tersebut.

“hutan ini statusnya hak milik. Sebanyak 10 hektar luasan hutan itu telah memiliki sertifikat hak milik. Hal ini memudahkan kami untuk mengelola hutan yang telah menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar dengan pembibitannya. Karena statusnya inilah, Jumpun Pambelom menjadi pelopor pengelolaan hutan gambut berstatus hak milik di Indonesia,” kata Januminro, lewat keterangan tertulis yang dikirimkan oleh Epistema Institute, Senin (16/2).

Sekali lagi, bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah hutan dari lahan gambut yang sempat terbakar. Namun, berbekal pengetahuan dan semangat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Palangkaraya itu sedikit demi sedikit merawat pohon-pohon yang diantaranya termasuk langka dan endemis.

Sejak berdiri pada tahun 1998, Jumpun Pambelom tidak melupakan kontribusi masyarakat sekitar. Oleh Januminro, masyarakat diajak untuk menanam pohon-pohon langka dan memiliki manfaat ekonomi seperti Pasak Bumi (Eurycoma longifolia), Ramin (Gonystylus bancanus), Ulin (Euderoxylon zwagery), Balangeran (Shorea balangeran), Galam (Malaleuca leucadendron), Gaharu (Aquilaria malacencis), Tanggaring, tangkuhis, dan jenis lainnya. Tidak berhenti disitu, dia juga membuat ladang-ladang pembibitan yang melibatkan warga sekitar. (DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here