SHARE
pertagas

Direktur Utama PT Pertagas, Wiko Migantoro membantah merupakan kontraktor utama pemasangan pipa Blok Rokan. Menurut Wiko, Pertagas bertindak sebagai sponsor yang kelak akan mengoperasikan pipa tersebut.

“Kami bukan main kontraktor pemasangan pipa, tapi sebagai project sponsor yang kelak akan mengoperasikan pipa tersebut,” ujar Wiko menjawab urbannews.id, Sabtu (12/9/2020) malam.

Menurut keterangan Wiko, pemilihan kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) proyek jaringan pipa Blok Rokan itu dilakukan melalui lelang antar anak perusahaan di lingkup grup Pertamina.

“Pemilihan EPC Contractor dilakukan berdasar hasil lelang antar anak perusahaan di lingkungan Pertamina group. Selebihnya tidak ada tanggapan dari saya,” ungkap Wiko.

Dia lalu mengarahkan untuk mengonfirmasi lebih lanjut ke Sekretaris Perusahaan PT Pertagas, Fitri Erika.

Menjawab pertanyaan terkait proyek pipa Blok Rokan, alih-alih memberikan keterangan lengkap, Fitri Erika hanya menjawab singkat.

“Dalam menjalankan bisnisnya, Pertagas mempedomani berbagai ketentuan, aturan dan regulasi. Terima kasih,” ungkap Erika, Sabtu.

Proyek Rp 4,3 Triliun Lebih

Sementara itu, pelaksanaan proyek pipa Blok Rokan menjadi salah satu fokus utama jelang alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina pada Agustus 2021 mendatang.

Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Wiko Migantoro mengungkapkan, proyek ini masih ditargetkan rampung pada Agustus 2021 bersamaan dengan alih kelola Blok Rokan.

“Perkembangan fisik sudah 16,5%. Pipa sudah tiba di lokasi dan proses pengelasan sudah dimulai,” ujar Wiko seperti dikutip Kontan.co.id, Jumat (11/9/2020).

Wiko menturkan, mayoritas tahapan yang telah rampung didominasi oleh fabrikasi pipa. Adapun, fabrikasi pipa ini dilakukan dengan menggandeng PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Wiko melanjutkan, proyek pipa yang sedianya bakal menelan belanja modal sebesar US$ 450 juta berhasil dipangkas menjadi sebesar US$ 300 juta.

Pemangaksan diperoleh melalui optimasi mulai dari tahapan perencanaan saat Final Investment Decision (FID) dan optimasi pada proses procurement. Kendati demikian, Wiko belum mau buka-bukaan soal realisasi serapan belanja modal hingga saat ini.

Ia menambahkan, pandemi covid-19 tidak menghambat jalannya proyek. “Tidak ada kendala kita tetap laksanakan protokol covid-19,” kata Wiko.

Dalam pemberitaan Kontan.co.id, PGN melalui Pertagas melaksanakan pembangunan pipa minyak Rokan sepanjang 367 km yang berada di koridor Minas – Duri – Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai, Wilayah Kerja Rokan.

Jaringan pipa berukuran  4 inchi sampai 24 inchi itu diharapkan dapat memperkuat portofolio dan meningkatkan pendapatan transportasi migas PGN, meningkatkan lifting dari Blok Rokan, serta mendorong tingkat efisiensi biaya pelaksanaan proyek strategis nasional.

“Kami targetkan, pipa ini akan komersial pada akhir 2021 yang akan menyalurkan minyak rata-rata sekitar 265.000 barel minyak per hari. Selain itu, umur ekonomis proyek ini sekitar 20 tahun,” jelas Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan pers, Jumat (28/8)

Rachmat merinci, target on stream pada jalur utara melalui koridor Balam-Bangko-Dumai dan koridor Duri-Dumai dilaksanakan pada kuartal III 2021. Sedangkan pada jalur selatan melalui koridor Minas-Duri akan on stream pada awal 2022. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here