SHARE
ILUSTRASI

MIGANESIA – Pengamat Minerba dari Centre For Indonesian Resources Strategic Studies (CIRRUS) Budi Santoso mengatakan adanya rencana perubahan ke 6 PP nomor 23 tahun 2010 adanya kebijakan tersebut bisa dilihat potensi melawan Undang-undang, maka dapat menimbulkan ketidak pastian Hukum baru. “Pemerintah bisa digugat oleh rakyatnya sendiri,” jelas Budi Santoso kepada Redaksi di Jakarta, Rabu (14/10/18).

Menurut Budi, tanpa perlu kajian yang rumit, bisa terlihat ada pihak yang  sangat besar keuntungan sedangkan negara dan rakyat Indonesia sangat dirugikan.

“Pemerintah seolah-oleah  tunduk (mengikuti) Permintaan Pengusaha dengan mengorbankan kepentingan Nasional yang lebih besar. Bicara Batubara adalah energi, bicara energi adalah vital,” bebernya lagi.

Dikatakannya bahwa pemerintah selalu bicara Batubara adalah energi bukan komoditas biasa, tetapi ketika PKP2B yang seharusnya menjadi Hak Pemerintah (tanpa mengeluarkan Dana seperti Kasus Freeport) kok malah ditutupin dengan alasan, kalau dikelola Pemerintah akan ada potensi penurunan pendapatan negara, klaim ini berlawanan dengan ketika kasus Freeport (potensi menaikan pendapatan negara).

“Dan pemerintah menghina dirinya sendiri “tidak kompeten” mengelola aset vital. Dan ada kesan pemerintah tunduk pada keinginan pengusaha (“mafia”) daripada kepentingan negara Dan rakyat,”tegasnya.

Masih kata Budi, sebaiknya Pemerintah sebagai entitas yang mewakili negara tidak boleh inferior bila berkaitan dengan kepentingan Nasional.

Menurut saya draft perubahan ke 6 PP nomor 23 tahun 2010 tersebut harus dibatalkan.

“Saya Kira semua Pengusaha PKP2B sudah memperhitungkan keekonomiannya sampaikan waktu habisnya. Pemerintah juga tahu bahwa sebagian besar pasokan Batubara dari PKP2B KE PLN,”papar Budi.

Seharusnya Pemerintah mengambil kesempatan ini untuk kepentingan PLN, apalagi listrik masih dilakukan subsidi. Sisi lain PLN saat ini sedang melakukan akuisisi IUP Batubara untuk kebutuhanya.

“Jangan jadikan bahwa duit rakyat kok Ada kesan buat main-main,” tandasnya. |RNZ/MGS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here