SHARE
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membuka event Gas Indonesia Summit & Exhibition (GIS) 2018 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 1-3 Agustus 2018./ATA

MIGASNESIA.COM – Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membuka event Gas Indonesia Summit & Exhibition (GIS) 2018 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 1-3 Agustus 2018.

Konferensi dan pameran tahunan ini dihadiri 400 delegasi, 70 pembicara, dan 50 perusahaan yang berpameran selama 3 hari. Pembicara penting termasuk , Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, begitu juga para stakeholder dari sektor pemerintahan dan swasta, sudah memastikan kehadirannya di konferensi ini.

Gas Indonesia Summit & Exhibition 2018 adalah konferensi dan pameran tahunan yang didukung oleh Kementerian ESDM, SKK MIGAS, BPH MIGAS, dan PLN.

Pameran ini diselenggarakan oleh Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Mengusung tema “Indonesia’s Only Fullstream Natural Gas & LNG Event”, konferensi ini menghubungkan profesional di sektor hulu, midstream, dan hilir, untuk berkolaborasi, berbagi praktik terbaik dan memajukan rantai nilai (value chain) gas alam dan LNG di Indonesia.

Pada acara pembukaan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, saat ini, industri gas di Indonesia menghadapi dua tantangan besar. Kedua tantangan tersebut menyangkut transportasi dan produk akhir dari gas. “Saat ini keberadaan gas di Indonesia sangat penting, konsumsi gas dalam negeri akan terus meningkat sehingga ekspor mau tidak mau akan menurun,” kata Amien.

Namun permasalahannya, bagaimana membawa gas itu ke konsumen. Selama ini, persoalan distribusi menjadi salah satu kendala yang dihadapi industri gas karena lokasi hulu migas biasanya memiliki jarak yang jauh dengan konsumen akhir. Walhasil, produksi gas secara nasional tidak berlanjut seluruhnya hingga menjadi produk akhir dan digantikan oleh produk impor. | EDY/MGS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here