SHARE
Kantor Pusat PT Pertamina (ilustrasi)

MIGASNESIA.COM –¬†Pertamina sebagai BUMN yang dibentuk dan ditugasi oleh Pemerintah sejak berdirinya Republik ini untuk menjaga ketahanan energi nasional sangat tidak pantas kalau “Pertamina now” cepat berkeluh kesah akibat Pemerintah belum mengoreksi harga BBM PSO yaitu Solar, Premium dan Minyak tanah serta harga LPG 3 kg, disaat harga minyak dunia rebound dan sudah menyentuh diatas batas psikologis, yaitu sudah tembus USD 70 perbarel, gimana kalau harga minyak kembali mencapai USD 100 perbarel seperti jaman old?.

Pertamina harus menyadari dan tau diri apa pertimbangan Pemerintah tidak mengoreksi harga jual BBM disaat pertumbuhan ekonomi selama 3 tahun ini masih disekitar 5 % dan semakin melemahnya daya beli masyarakat, apalagi disaat sudah memasuki tahun politik pilkada dan Pilpres 2019.

Satu hal yang penting dilakukan oleh Pertamina saat ini harus banyak melakukan efisiensi dan terapkan proses bisnis dgn menjunjung tinggi GCG, jangan banyak mengeluh seperti mental mamak-mamak, sudah banyak dikasih fasilitas keistimewaan oleh Pemerintah sejak berdiri sampai  sekarang, bahkan sekarang sudah dapat hadiah 9 blok migas peralihan dari KKKS yang sudah berakhir kontrak PSC termasuk blok Mahakam dan lainnya, maka nikmat mana lagi yang kau dustakan??? Sementara publik sudah banyak tau direksinya dan mantannya banyak yang tajir-tajir semuanya.

Sehingga janganlan ada upaya direksi menggunakan jasa jasa pengamat untuk membentuk opini dan bahkan ada upaya menyerang kebijakan Pemerintah termasuk kerugian Pertamina saat ini semata akibat kesalahan Pemerintah dan mengekspos Pemerintah berhutang bagi Pertamina Rp 25 triliun, oleh karena itu bagi direksi yang bersiasat seperti itu sebaiknya lempar handuk saja mengundurkan diri, daripada menggunakan cara tidak etis.

Banyak langkah inovatif yang bisa dilakukan oleh direksi jaman now seperti yang pernah dilakukan oleh direksi jaman old secara cerdas mengeluarkan produk produk inovatif seperti Pertalite dan Dexlite serta LPG tabung 5 kg.

Jakarta 30 Januari 2018
CERI – Yusri Usman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here