SHARE

MIGASNESIA.COM – Siapa tak kenal lampu Philips? Selama 30 tahun di Indonesia, Philips telah berhasil memberikan brand image di hati masyarakat Indonesia. Jika mendengar kata Philips berarti lampu sebagai penerangan. Meskipun saat ini banyak produk elektronik lainnya yang dikembangkan Philips. Setelah melakukan beberapa kali uji coba kini Philips Lighting di Indonesia hadir dengan memberikan warna dan inovasi baru dengan memperkenalkanLighting Aplication Center (LAC).

Pengenalan dan launching produk itu dibuka yang  ditandai dengan pengguntingan pita dan dilakukan oleh Patricia Yim, Senior Vice President & Market Leader ASEAN Pacific Philips Lighting —  Rami Hajjar, Country Leader of Philips Indonesia – Eric Rondolat, Chief Executie Officer & Chairman of the Board of Management Philips Lightingdan Murali Sivaraman, President of Philips Lighting Growth Market & Executive Vice President di kantor Philips Lighting,  Jl, Buncit Raya, Jakarta Selatan pada (23/11).

Inovasi pencahayaan terbaru dari LAC ini menampilkan pencahayaan yang terkoneksi lewat handphone, gadget, laptop atau computer untuk masyarakat dengan aplikasi pencahayaan pintar di Indonesia,

“Pergeseran menuju pencahayaan terkoneksi membantu kami mengatasi tantangan global akan kebutuhan pencahayaan yang lebih hemat energy, dan mewujudkan apa yang paling penting bagi kami—yakni membuka potensi cahaya yang luar biasa untuk kehidupan yang lebih terang (brighter lives) dan dunia yang lebih baik (better world) dengan menghubungkan cahaya dan manusia,” kata Eric Rondolat.

Para pelanggan potensial, konsultan professional, media, pelajar dan sejenisnya dapat melihat bagaimana Philips City Touch membantu pemerintah memperbesar efisiensi energi dan meningkatkan manajemen penerangan jalan terkoneksi melalui kontrol jarak jauh, atau teknologi Power-Over-Ethernetuntuk perkantoran yang memungkinkan para pegawai mengatur ruang kerja mereka dengan menggunakan smartphone dan pengelola gedung bisa mengoptimalkan pemanfaatan ruang serta efisiensi bangunan  serta bagaimana komunikasi pencahayaan visual untuk mementukan posisi dalam ruangan (Indoor positioning)dapat membantu pelanggan menentukan arah jalan mereka di dalam toko.

Dalam ruangan seluas 422.5 meter persegi semua dibuatkan maket seperti yang sesungguhnya sehinggaaudience atau tamu yang datang dapat menikmati gambaran sesungguhnya misalnya seperti di rumah, supermarket, toko pakaian, arena olah raga dan ruang perkotaan. “Pencahayaan terkoneksi dapat menjadi tulang punggung kota pintar (smart City) dimana lampu bisa dinyalakan kapan sajadan dimana saja saat diperlukan, mengoptimalkan pengoperasian, menghemat biaya dan membantu ornag merasa lebih aman dan nyaman.” Ujar Rami Hajjar

Eric juga menambahkan bahwa dengan menghubungkan lebih banyak perangkat, tempat dan manusia melalui cahaya, Philips mengubah sumber cahaya menjadi titik data, yang memungkinkan untuk memberikan nilai lebih bagi para pelanggan dan juga masyarakat. Agaknya Philips Lighting Alpication Center (LAC) yang baru di Indonesia ini akan menunjukkan bagaimana integrasi teknologi LED, control pencahayaan dan perangkat lunak, memungkinkan fungsi dan layanan baru yang memampukan pelanggan untuk dapat memanfaatkan aplikasi-aplikasi baru. | Syams/mgs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here