SHARE

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan proyek tersebut telah rampung dan sempat berproduksi (onstream) pada 4 Juni lalu. Namun, produksinya belum memenuhi spesifikasi gas jual saat itu sehingga masih perlu dilakukan perbaikan.

“Baru mulai bisa produksi lagi pada 7 Juni, biasanya setelah onstream butuh waktu seminggu untuk stabilitas proses,” kata dia kepada Katadata, Jumat (9/6). Sebenarnya proyek ini ditargetkan bisa beroperasi mulai bulan Mei lalu, tapi baru bisa terealisasi pada bulan ini.

Dia menjelaskan pada masa awal, fasilitas ini belum bisa berproduksi penuh, yakni baru sekitar 30 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Namun, setelah itu produksinya ini akan terus meningkat. Adapun target produksinya sebesar 100 mmsfd dan gas sebesar 5.000 barel per hari (bph) kondensat.

Gas yang diproduksi pada fasilitas tersebut berasal dari Lapangan Madura BD di Blok Madura Strait, Jawa Timur. Lapangan gas ini lokasinya sekitar 65 kilometer (km) dari timur Kota Surabaya dan 16 km dari selatan Pulau Madura. Berdasarkan data SKK Migas, kapasitas produksi proyek Madura BD sebesar 6.600 bph untuk minyak, dan 110 mmscfd untuk gas.

Sebagai gambaran, ada beberapa kontraktor yang memiliki hak kelola Blok Madura Strait ini. Husky dan CNOOC masing-masing memegang hak kelola 40 persen di HCML, sedangkan sisanya 20 persen dipegang oleh Samudra Energi.

Lapangan Madura BD merupakan empat proyek migas yang ditargetkan bisa berproduksi tahun ini, selain Cikarang Tegal Pacing, Jangkrik, dan Jangkrik NE. Empat proyek migas tersebut akan menyumbang produksi minyak 6.180 bph dan 316 mmscfd gas. | bcb/MGS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here