SHARE

MIGASNESIA – Evaluasi terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang harus dilakukan setiap 3 bulan, terutama untuk harga Premium dan Solar. Kalau disesuaikan dengan harga keekonomian minyak dunia, harga preium dan solar mestinya dinaikkan.

“Kalau tidak naik, Pertamina akan menderita kerugian dalam mendistribusikan BBM,”ujar pengamat Ekonomi Energi dari UGM DR Fahmy Radhi kepada redaksi Selasa, 6 Juni 2017.

Namun demikian lanjut Fahmy, Pertamina juga pernah memperoleh keuntungan penjualan BBM pada saat harga BBM dijual di atas harga keekonomian pada saat harga minyak dunia lagi rendah.

Oleh karena itu, evaluasi harga BBM juga harus mempertimbangan keutungan Pertamina atas penjualan BBM. Selama masih lebih besarnya akumulasi keuntungan dinikmati Pertamina daripada kerugian, maka Pemerintah tidak seharusnya menaikan harga Premium dan Solar.

“Pertimbangan lainnya adalah dampak kenaikan harga Premium dan solar terhadap kenaikan harga-harga pokok, yang berpotensi memperberat beban rakyat miskin, pasca kenaikan TDL Listrik,”tandas Doktor jebolan New Castle Inggris ini. | AME/MGS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here