SHARE
Ilustrasi
MIGASNESIA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan banyak informasi bahwa penggunaan merkuri di 850 hotspot pertambangan rakyat telah menimbulkan dampak pencemaran yang sangat-sangat berbahaya.
“Bukan saja berbahaya bagi kesejahatan 250 ribu penambang. Tapi juga berdampak kesehatan pada keluarga, terutama anak-anak mereka, serta kesehatan masyarakat yang hidup di sekitar tambang,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas Penghapusan Penggunaan Merkuri Pada Pertambangan Rakyat/ Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK), di Kantor Presiden, Jakarta, sebagaimana dilansir Humas Sekretariat Kabinet RI, Kamis (9/3/2017) .
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta diambil langkah-langkah yang cepat. Yang pertama, pengaturan kembali tata kelola pertambangan rakyat dan pertambangan emas skala kecil yang berada di luar maupun di dalam kawasan hutan. Yang kedua, penggunaan merkuri pada tambang rakyat harus segera dihentikan, harus dilarang.
“Saat 3 minggu yang lalu ke provinsi Maluku, saya sudah perintahkan juga ke Kapolri agar penambangan emas di Gunung Botak yang menggunakan merkuri yang juga sangat banyak dihentikan dan sudah dihentikan oleh Kapolri,” ungkap Presiden Jokowi.
Yang ketiga, setelah di atur tata kelolanya, Presiden Jokowi minta terus diawasi secara ketat dan berkala penggunaan merkuri, bukan hanya di tambang-tambang rakyat tapi juga dipertambangan skala menengah maupun skala besar.
Presiden Jokowi juga meminta agar dilihat lagi tata niaga pengadaan dan distribusi merkuri, termasuk pengawasan importasi merkuri, karena dirinya mendapat informasi banyak merkuri impor ilegal yang masuk ke tambang-tambang rakyat.
Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya dilakukan edukasi kepada para penambang tentang bahaya merkuri bagi kesehatan dan dampaknya bagi lingkungan.
“Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa pencemaran merkuri juga bisa berakibat tidak hanya pada para penambang dan keluarganya. Tapi juga masa depan anak-anak mereka, baik lahir cacat fisik maupun cacat mental,” tuturnya.
Presiden Jokowi meminta solusinya bukan sebatas penutupan atau penertiban tambang rakyat ilegal tapi juga lupa diupayakan pengalihan mata pencaharian bagi para penambang ini.
Terhadap warga yang terkontaminasi merkuri bisa ditangani kesehatannya, Presiden Jokowi meminta agar diberikan bantuan medis. “Ini dari kementerian Kesehatan,” tegasnya.(SK/JM/WHT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here