SHARE

MIGASNESIA – Industri di Jawa Barat akan segera mendapatkan suplai energi dalam bentuk Liqufied Natural Gas (LNG) Pertamina.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Heads of Agreement (HoA) antara PT Pertagas Niaga (PTGN), afiliasi Pertamina dalam usaha niaga gas untuk industri dengan PT Global Energy Intitama dan PT Laras Ngarso Gede, perusahaan yang bergerak dalam industri suplai energi di Jawa Barat.

Penandatangan HoA dilakukan di Gedung PT Pertamina (Persero) pada Jumat (31/12) oleh President Director PTGN, Linda Sunarti, Direktur Utama PT Global Intitama, Hasan Witonowongso Krisno serta Direktur Utama PT Laras Ngraso Gede, Andy Jaya Herawan.

Dalam penandatanganan ini PTGN berkomitmen akan mensuplai LNG sebesar 1,57 MMSCFD dengan menggunakan transportasi truk isotank. LNG ini diperoleh dari PT Badak, Bontang yang dikirim melalui laut dan mendarat di Pulau Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Targetnya pada kuartal pertama di tahun 2017 niaga LNG melalui moda truk isotank ini sudah mulai berjalan untuk mensuplai konsumen di Jawa Barat. Ini adalah terobosan Pertamina untuk bisa mensuplai gas bagi industri dengan cara lebih cepat dan ringkas khususnya untuk konsumen yang tidak dilalui jaringan pipa gas,” jelas Linda Sunarti dalam keterangan persnya yang diterima Redaksi Jumat, 30 Desember 2016.

Selanjutnya PTGN bekerja sama dengan Direktorat Gas, PT Pertamina (Persero) menyiapkan enam puluh truk isotank untuk mendistribusikan LNG sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah yang mendorong diversifikasi energi.

“Jumlah isotank yang dioperasikan tak menutup kemungkinan akan bertambah karena kami yakin permintaan LNG akan terus bertambah di masa mendatang sebagai antisipasi trend menurunnya produksi gas-gas lapangan. Niaga LNG ini akan menambah portfolio Pertamina dalam bidang suplai gas untuk industri selain niaga gas melalui infrastruktur jaringan pipa gas maupun Compressed Natural Gas (CNG),” tutup Linda. |EWIND0 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here