SHARE

Migasnesia – KPK mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta secara khusus agar Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero) dibersihkan dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ilustrasi korupsi | Foto : Istimewa

Ilustrasi korupsi | Foto : Istimewa

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, saat menghadiri sebuah acara diskusi di Gedung Auditorium Institut Perbanas Jakarta, Sabtu (12/11).

Saut mengatakan, permintaan Sri Mulyani tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KPK. Perlu diketahui, sektor keuangan dan energi diketahui memiliki potensi korupsi yang tinggi, karena terkait dengan uang negara dan juga investasi swasta.

“Ibu Sri Mulyani mengingatkan pada pertemuan kami terakhir, ‘Pak Saut, beresin saja PLN, beresin ESDM, Pertamina, sama Kementerian Keuangan, maka 50 persen masalah negara Indonesia ini selesai’,” ungkap dia.

Menurut Saut, sebagai tindak lanjut maka informasi yang disampaikan oleh Sri Mulyani tersebut akan segera didalami oleh KPK. Namun, Saut enggan menyebut kasus yang sedang didalami oleh KPK saat ini terkait dua kementerian dan dua BUMN tersebut.

Dia menambahkan, informasi dari Sri Mulyani yang menyebut secara spesifik dua kementerian dan dua BUMN menjadi tantangan bagi KPK. “Buat kami itu menarik. Dari sisi intelejen itu disebut dengan elemen esential information dan bisa didalami,” jels dia.

Di satu sisi, sekedar informasi, sebelumnya ramai diberitakan bahwa KPK saat ini masih menunggu laporan resmi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait 34 proyek pembangkit tenaga listrik yang mangkrak. |ELR/MGS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here