SHARE

Turunnya harga minyak masih menjadi pekerjaan rumah kinerja keuangan korporasi minyak dunia. Tak terkecuali Exxon Mobil Corp yang mencatat penurunan laba bersih kuartal III-2016 sebesar 38% dibanding periode yang sama tahun 2015 menjadi US$ 2,65 miliar.

 

Ini menjadi penanda penurunan laba Exxon selama delapan kuartal berturut-turut. Chairman dan CEO Exxon Rex Tillerson seperti dikutip dari abcnews menatakan, penurunan ini menggambarkan kondisi bisnis minyak yang masih menantang.

Harga minyak mentah dunia masih bertahan US$ 50 per barel, sementara pasar menunggu realisasi negara-negara penghasil minyak untuk memangkas produksi.

Walau begitu, laba Exxon masih di atas prediksi. Laba bersih tercatat 63 sen per saham, melampaui prediksi pasar 58 sen per saham.

Berdasarkan laporan keuangannya, Exxon juga mencatat penipisian marjin pengilangan minyak (refinery). Pendapatan perusahaan turun 13% menjadi US$ 58,68 miliar, di bawah prediksi analis US$ 60,41 miliar. “Masih akan melanjutkan pemangkasan anggaran belanja investasi. Sepanjang tahun ini, Exxon telah memangkas lebih dari US$ 9 miliar di investasi produksi,” pungkas Tillerson. |ABC/RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here