SHARE

MIGASNESIA – Harga minyak ditutup naik sekitar dua persen, ini level tertinggi sejak Juni, setelah Amerika Serikat (AS) setuju untuk menurunkan produksinya pada bulan depan.

Dilansir dari laman Reuters, Kamis 6 Oktober 2016, lembaga Energy Information Administration (EIA) AS menyatakan, stok minyak mentah turun tiga juta barel pekan lalu, kebalikan dari perkiraan analis yang disurvei oleh Reuters.

Data EIA menunjukkan, sejak awal September, stok minyak mentah AS telah anjlok 26 juta barel. Namun persediaan tetap yang tertinggi dalam abad ini.

Harga minyak mentah Brent ditutup naik 99 sen, atau dua persen menjadi US$51,86 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik US$1,14, atau 2,3 persen menjadi US$49,83.
Harga minyak telah rally 13 persen selama enam sesi terakhir setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengumumkan rencana untuk membatasi produksi, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

Jumlah persediaan minyak mentah AS, termasuk Strategic Petroleum Reserve, pekan lalu turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari menjadi 499,7 juta barel. |VN/RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here