SHARE

Harga minyak dunia kembali jatuh lebih dari 1 persen, setelah adanya laporan tentang peningkatan produksi minyak Iran, dan membaiknya supply Libya dan Nigeria.

Minyak Brent dipatok dibawah USD 45,95 per barel atau turun 1,4 persen atau 64 sen dan crude jenis West Texas Intermediate juga turun 55 sen atau 1,25 sen di posisi 43,36 per barel.

Harga kedua jenis minyak tersebut terhitung telah menurun 8 dan 9 persen dalam seminggu, mengindikasikan volatilitas pasar yang besar.

“Pasar dalam keadaan bearish saat ini, supply minyak Nigeria dan Libya pulih dan meningkatnya pasokan minyak Amerika, menunjukkan bahwa fundamental minyak amat lemah,” kata analis Landesbank Baden-Wuerttemberg Frank Klumpp kepada Reuters.

Menurut seorang sumber yang tak disebutkan namanya, saat ini kapasitas produksi Iran telah mendekati level pada era sebelum sanksi ekonomi dijatuhkan, yaitu lebih dari 2 juta barel per hari pada Agustus.

Sementara itu Libya yang telah lama bergejolak, akan melanjutkan supply minyak di pelabuhan-pelabuhan utamanya, setelah force majeure dicabut.

“Ekspor akan berlanjut dalam waktu dekat melalui pelabuhan Zueitina dan Ras Lanuf, juga di Brega,” kata Presiden perusahaan minyak Libya, National Oil Corporation.

Di Nigeria, ExxonMobil dikabarkan telah bersiap-siap mendistribusikan minyak Qua Iboe pada akhir bulan ini, setelah force majeure diberlakukan Juli lalu. | rmn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here