SHARE

MIGASNESIA – Beredarnya kabar bahwa Archandra  Tahar akan return Menteri ESDM membuat hal ini berat bagi Jokowi sebagai pemimpin. Jika Jokowi serius untuk kerja, maka tidak mungkin Jokowi membahayakan posisinya dan kabinetnya dengan mengangkat kembali Archandra sebagai menteri.

Hal ini diunggkapakan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean hari ini 8/9/2016 kepada MIGASNESIA.COM.

“Kemungkinan bola panas pelanggaran konstitusi saat mengangkat Tahar jadi menteri bisa bergulir dan menjadi proses politik yang mengancam Jokowi kepada pemakzulan,” ujarnya.

Resikonya tidak sebanding. Harga yang terlalu mahal bagi Jokowi mengangkat kembali Archandra, lanjut Ferdinand.

Masih katanya, Saya pikir Jokowi tidak akan mempertaruhkan jabatannya untuk seorang Archandra yang tidak jelas kehebatannya dan kemampuannya. “Jadi saya yakin, Jokowi tidak akan mengangkat Archandra lagi. Itu isu yang dihembuskan oleh para penjilat Tahar yang tentu mengharap sesuatu dari posisi Tahar,”jelasnya.

Baca: KABAR BARU…Archandra Jadi MESDM LAGI? Minggu Depan Menteri ESDM Sudah Ada Bos Baru

Fredinand juga menambahkan bahwa Status WNI tahar sekarang memang menjadikan dia sah saja diangkat Presiden karena itu hak prerogratif Presiden. “Masalahnya sekarang adalah apakah Presiden melihat manfaat dari Tahar lebih besar dari mudharatnya. Saya pikir kedepan akan banyak kegaduhan jika Tahar diangkat lagi,”tutup Ferdinand. |RNZ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here