SHARE

MIGASNESIA – Harga minyak Brent berakhir lebih rendah pada Selasa (6/9/2016), setelah Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan saat ini belum ada kebutuhan untuk membatasi produksi minyak.

“Tidak ada kebutuhan sekarang untuk membekukan produksi,” kata Al-Falih dalam sebuah wawancara pada Senin di Hangzhou, Tiongkok. “Ini adalah salah satu pilihan yang lebih disukai, tapi tidak perlu hari ini. Pasar dari hari ke hari sedang membaik,” dia menambahkan.

Para analis mengatakan pernyataannya memperlemah ekspektasi pasar untuk pembatasan produksi segera, sehingga membebani harga minyak Brent pada Selasa.

Sementara itu, minyak AS untuk penyerahan Oktober, yang tidak ada perdagang di New York pada Senin karena libur Hari Buruh, beringsut naik tipis pada Selasa.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 0,39 dolar AS menjadi menetap di 44,83 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman November kehilangan 0,37 dolar AS menjadi ditutup pada 47,26 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak bervariasi karena harapan setiap investor bahwa negara-negara produsen akan membatasi produksi mereka, gagal meningkatkan pasar.

Pada Senin, harga melonjak setelah Rusia, yang bukan merupakan anggota OPEC, dan Arab Saudi berjanji untuk bekerja sama dalam menstabilkan harga meskipun para pejabat dari kedua negara mengatakan mereka melihat tidak diperlukan pembekuan produksi.

Selain itu, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh OPEC, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan “penting” bagi Iran untuk mendapatkan kembali tingkat produksi pra-sanksinya meskipun negaranya mendukung setiap upaya OPEC untuk memulihkan stabilitas harga global. ic/Tk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here