SHARE

Pergerakkan harga minyak dunia menurun pada Rabu (31/08/2016) ditengah penguatan dolar Amerika, setelah menguatnya kemungkinan Bank Sentral Amerika atau The Fed untuk meningkatkan suku bunga acuan.

Minyak diperdagangkan di level USD 48,3 dolar Amerika per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 7 sen di posisi USD 46,28 per barel.

Kurs dollar terhadap enam mata uang utama mencapai menguat dalam tiga minggu terakhir. Penguatan dolar Amerika membuat komoditas minyak menjadi lebih mahal untuk mata uang lain.

Menurut pantauan dari situs Bloomberg, Kurs Dolar Amerika menguat terhadap Euro sebesar 0,01 persen, sedangkan terhadap yen Jepang sebesar 0,21 persen dan Poundsterling sebanyak 0,53 persen.

“Komoditas minyak diramalkan dapat semakin anjlok menyusul penguatan dolar Amerika dan fundamental yang semakin melemah,” kata analisis dari Bank ANZ seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, persediaan minyak crude Amerika meningkat menjadi 942 ribu barel pada 26 Agustus lalu, melebihi perkiraan para analis yang mencapai 921 ribu barel.

Kekhawatira akan terganggunya pasokan minyak akibat badai di Teluk Meksiko hanya sedikit berpengaruh dalam mendukung penguatan komoditas minyak.

“Harga tidak berpengaruh terhadap kejadian di Meksiko,” lanjut analisis tersebut.  |RMN/DSA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here