SHARE

INI DIA MISI UTAMA ARCANDRA TAHAR: “SETELAH DILANTIK MENTERI ESDM ARCANDRA TAHAR LANGSUNG TEKEN IZIN EKSPORT KOSENTRAT FREEPORT”

http://www.beritimes.com/2016/08/aneh-izin-ekspor-konsentrat-freeport.html?m=1

Jaringan Tambang (JATAM) mengecam keputusan Menteri ESDM, Arcandra Tahar yang menyetujui perpanjang izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia hingga 11 Januari 2017.

“Inilah potret nyata bagaimana sebuah kebijakan negara bisa dinegosiasikan oleh korporasi,” ujar Direktur Kampanye JATAM, Ki Bagus Hadi Kusuma, di Jakarta, Jumat (12/8).

MENTERI ESDM TERNYATA GUNAKAN PASPOR GANDA, MENGANUT DWI KEWARGANEGARAAN :

http://m.detik.com/news/berita/3274825/ri-tidak-menganut-dwi-kewarganegaraan-paspor-as-hanya-dimiliki-wn-as

Terkait isu Arcandra memiliki paspor AS, Hikmahanto menyoroti ketentuan dalam UU Kewarganegaraan Nomor 12 tahun 2006. Disebutkan dalam Pasal 23 mengenai status WNI kehilangan kewarganegaraan dengan ketentuan salah satunya memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.

“Jadi kewarganegaraannya hilangnya kalau pegang paspor negara lain. Kalau cuma punya Green Card alias permanent resident maka nggak bisa punya paspor,” tegas Hikmahanto.

WNI GUNAKAN PASPOR GANDA BISA DIJERAT PIDANA

http://news.detik.com/read/2016/08/14/163152/3275063/10/wni-gunakan-paspor-ganda-bisa-dijerat-pidana

“Adanya pernyataan mempunyai dua paspor tidak melanggar UU itu menurut saya keliru. Karena kita tidak mengenal dwi kewarganegaraan, maka WNI hanya boleh memegang paspor Indonesia saja,” kata guru besar hukum tata negara UGM Denny Indrayana kepada wartawan, Minggu (14/8/2016).

Denny mengatakan seorang WNI yang memiliki dan menggunakan dua paspor, padahal sudah bekewarganegaraan Amerika Serikat, adalah pelanggaran UU Keimigrasian. Hal tersebut terkait dengan Indonesia yang tidak menganut dwi kewarganegaraan.

“Dan bisa dihukum,” ujar Denny.

TERNYATA SEMUA ITU UNTUK MAKSUD SEBUAH OPERASI MENSUKSESKAN RUU DWI KEWARGANEGARAAN :

http://m.liputan6.com/news/read/2349155/jokowi-saya-akan-dorong-ruu-dwi-kewarganegaraan-cepat-selesai

ADUH… MAS JOKO, KENAPA SIH YANG DIPIKIRKAN HANYA KEPENTINGAN BISNIS DAN INFRASTRUKTUR, YANG MENGORBANKAN EKSISTENSI DAN KELANGSUNGAN NEGARA..?

ADUH MAS JOKO…SUDAH TERLAMPAU JAUH MENGKHIANATI NEGARA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here