SHARE
Kantor Pusat SKK Migas (ilustrasi)

MIGASNESIA – SKK Migas lewat akun twitternya‏ @HumasSKKMigas 23 Jun 2016 menulis bahwa update industri hulu migas kepada jurnalis sektor energi. Berikut adalah tuturannya yang diutarakan Plt. Kabag Humas SKK Migas Bapak Taslim Z. Yunus.
bahwa Per 31 Mei, jumlah wilayah kerja (WK) migas di Indonesia adalah 292 WK. Dari WK tersebut, 207 merupakan WK eksplorasi dan 85 merupakan WK eksploitasi, Per 18 Juni 2016, produksi minyak adalah 833.300 BOPD dan gas 7.984 MMSCFD. Sedangkan untuk lifting, minyak sebesar 785.300 BOPD dan gas 6.650 MMSCFD.

Secara umum, kondisi hulu migas masih terpengaruh rendahnya harga minyak dunia. Meskipun demikian, sektor ini tetap memberikan multiplier effect.

Tingkat komponen dalam negeri dari pengadaan industri hulu migas mencapai 62,10 %.

Industri hulu migas juga tetap berkomitmen menggunakan bank nasional. Dari April 2009 sampai Mei 2016, transaksi via bank nasional mencapai US$53,05 miliar.

Taslim mengatakan saat ini terdapat 3 tantangan terbesar yang dihadapi sektor ini.

Pertama, meningkatkan produksi migas, Kedua, meningkatkan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Ketiga, mempercepat waktu dari penemuan sumber migas ke produksi.

SKK Migas menekankan pentingnya memperhatikan tantangan ketiga tersebut.

Saat ini waktu antara penemuan cadangan sampai produksi di Indonesia masih cukup panjang.

Contohnya Blok Cepu yang ditemukan tahun 2001, puncak produksinya baru 2016. SKK Migas berharap semua pihak dapat mendukung memperlancar proyek hulu migas sehingga waktu tersebut dapat dipercepat Demikian sobat migas, demikian #update dari kami untuk saat ini. Simak terus informasi kami yang lain. -Jun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here