SHARE

MIGASNESIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said ‎mengungkapkan penyebab utama pembangkit listrik yang mangkrak dari Fast Tracking Project (FTP) I diakibatkan pemerintah sebelumnya main bating-banting harga. Akibatnya kontraktor yang memenangkan tender kehabisan duit, sehingga pekerjaan berhenti ditengah jalan.

“Yang paling besar dulu kan memang pada waktu Program 10.000 MW tahap pertama, para pengembang para kontraktor banting-bantingan harga, yang penting dapat kontrak. Kemudian akibatnya belum selesai proyek uangnya habis, tidak cukup. Sebagian besar itu,” ujar Sudirman yang dikutip Sabtu (25/6/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, diantara 34 pembangkit yang mangkrak tersebut, kesalahan utama terdapat pada manajemen proyek, kesalahan prosedur pembelian barang, mesin-mesin pembangkit yang dipasang ternyata kualitasnya buruk, dan sebagainya.

“Belum tentu kelalaian kontraktor, bisa supervisi, project management, atau harga yang tidak realistis, jadi macam-macam penyebabnya. Tentu juga ada prosedur pembelian dan masalah teknologi yang tidak bisa diandalkan,” kata Sudirman.

Sedangkan kepastian dilanjut dan tidaknya proyek tersebut, pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Presiden memberikan arahan, BPKP diminta lakukan review. Kemudian nanti disampaikan hasilnya dan nanti diputuskan apakah akan dilanjutkan atau tidak. Tapi saya berharap mudah-mudahan sebagian besar bisa lanjut meskipun perlu biaya tambahan. Pilihannya kan lebih baik menambah tapi bermanfaat daripada nganggur,” tutupnya.- jun

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here