SHARE
ist

MIGASNESIA – ‎PT Pertamina (Persero) kembali memastikan proyek yang melibatkan perusahaan anak Wakil Presiden RI (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla, yakni PT Bumi Sarana Migas (BSM) milik Solihin Kalla di proyek pembangunan terminal LNG (Gas Alam Cair) di Bojonegara, Banten, Jawa Barat, hanya sebatas kesepakatan study kelayakan.

“Kita belum mempunyai keterikatan perjanjian apapun melainkan hanya MoU untuk melakukan joint study bersama, gimanasih potensinya yang ada dan sebagainya, jadi baru MoU join study belum ngomong apa-apa, belum ngomong pipa,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro, di Jakarta, yang ditulis Kamis (28/4).

Wianda mengatakan, kerja sama tersebut tidak perlu dikhawatirkan, pasalnya Pertamina tidak memiliki keterikatan dan resiko kerugian apapun. Terlebih Pertamina masih punya waktu untuk menjajaki dan meninjau semua hasil dari perencanaan tersebut.

“Tentu dalam hal ini kita akan pembandingkan dengan policy yang sudah ada, kalau memang mereka akan memberikan service kepada pertamina, berarti harganya harus kompetitif, kita harus lihat marketnya seperti apa,” tutupnya.

Sebelumnya, pengamat energi dari Energy Wacht Indonesia (EWI) Ferdinan Hutahahean mengatakan, seharusnya Pertamina lebih transparan dalam pemilihan kerjasama. Jangan sampai hal ini membuat masyarakat menilai perseroaan tersebut dilingkup politik kekuasaan.

“Dasar pemilihan kerjasama ini kenapa dengan BSM? Ini perlu dijelaskan supaya tidak terjadi dugaan adanya konflik interest mengingat BSM adalah perusahaan keluarga wapres,” katanya pada Energyworld Di Jakarta, beberapa hari lalu. (Rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here