SHARE
skalanews

MIGASNESIA – Penjelasannya Menteri ESDM Sudirman Said dinilai Ngawur bin Sesat yang mengatakan banyak PLTS mangkrak karena statusnya masih “pilot project”, dan karena status tersebut maka tidak di attached ke institusi tertentu.

“Jawaban seperti ini jelas semakin menunjukkan kapasitas dia sebagai seorang menteri sangat diragukan. Seharusnya dia harus tau bahwa PLTS tsb bukan pilot project, akan tetapi proyek beneran yang dibiayai oleh APBN melalui ESDM, bahwa PLTS jadi mangkrak karena waktu membangun tidak disertai dengan “purchase agreement” yang kuat dengan PLN maupun masyarakat,” ujar pengamat Energi Yusri Usman keada MIGASNESIA.com Kamis 7 Aril 2016.

Mestinya PLTS yang dibiayai dari APBN tersebut harus diperlakukan sama seperti SPBG ataupun jaringan gas kota. “Disini SPBG maupun jargaskota diserahkan operatorship nya ke PGN maupun Pertagas. PLTS juga diikat dengan penyerahan operatorship ke PLN , supaya jelas tanggung jawabnya.

Selanjutnya dibuatkan peraturan bahwa feed-in tarif nya ke grid PLN boleh diatas TDL. Kalau tidak ada kebijakan feed-in tarrif ini maka jelas PLN (disaat harga solar murah) akan membiarkan PLTS tersebut tewas.

Adapun Kebijakan itu yang saya maksud sbg “pricing policy terhadap renewable energy”

Padahal yang terjadi dengan PLTS2 tersebut sehingga mangkrak adalah karena tidak adanya perjanjian operatorship yg jelas dg PLN, dan tidak ada kebijakan soal feed-in tarif. Akibatnya saling lempar tanggung jawab antara ESDM, PLN, dan Pemda (BUMD yg seringkali ditunjuk sbg pengelola)

Akan tetapi keanehan berlanjut dilakukan Sudirman Said dengan mengatakan kepada Presiden Jokowi, bahwa semua ini akibat ketiadaan SDM, maka membuat PLTS jadi tak terurus, dan karena itu maka langkah yang dia akan lakukan adalah mendidik SDM setempat untnk jadi ahli dalam PLTS.
“Ini sebuah pernyataan yang “aneh bin lucu” lagi, karena persoalannya A, tapi solusinya B. Istilah orang Betawi seperti “jaka sembung naik ojek, gak nyambung Jek” kata Yusri. AHA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here