SHARE

MIGASNESIA – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia menilai paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah belum berdampak baik bagi industri di tanah air. Meski paket kebijakan yang diluncurkan sudah mencapai 11 paket.

“Paket sudah sampai sebelas, sampai saya lupa isinya. Tapi seberapa besar dampak aturan dari paket itu belum ada yang konkret. Kami sendiri dari pengusaha sudah bingung, apalagi masyarakat awam,” ungkap Bahlil pada media di Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Dia menilai, sejak awal pemerintah membuat kebijakan ditengah kondisi kerja kementerian dan lembaga yang tengah tidak akur. Sehingga hasil yang berupakan paket kebijakan juga jadi sulit untuk di implementasikan.

“Artinya jika dihubungkan dengan industri, konsep pemerintah sudah bagus. Tapi, semua menjadi tidak bagus karena tidak ada eksekusinya. Dimana pemerintah daerah dan pusat tidak terkoordinasi.” terangnya.

Seperti diketahui, pada 29 Maret lalu, pemerintah baru saja mengeluarkan kembali paket kebijakan untuk Indonesia, diamana paket kebijakan ekonomi tersebut menyasar pada kredit usaha rakyat berorientasi ekspor, dana investasi real estate. Serta prosedur waktu sandar dan inap barang di pelabuhan, dan pengembangan industri farmasi serta alat kesehatan. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here