SHARE
Ilustrasi

MIGASNESIA – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 6 bulan kedepan.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko penetapan itu disebabkan proyeksi harga minyak periode 3 bulan ke depan yang diperkirakan naik, begitu pula rata-rata nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat periode tiga bulan‎.

“Selain itu juga biaya penyimpanan, biaya distribusi BBM untuk menjangkau seluruh wilayah Republik Indonesia, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Marjin SPBU sebagai badan usaha penyalur,” terang Sujatmiko dalam keterangannya di Jakarta, yang ditulis Jumat (1/4/2016).

Saat ini pemerintah telah memutuskan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk periode April 2016 sebesar Rp 500 per liter. Hal itu didasari dari harga referensi minyak periode tiga bulan terakhir.

Sementara langkah tidak menurunkan harga BBM selama 6 bulan kedepan dikarenakan pemerintah memperhatikan kecenderungan meningkatnya harga minyak bumi pada satu bulan terakhir berikut proyeksi tiga bulan ke depan, dan untuk mengantisipasi harga BBM pada periode Juli yang bertepatan dengan bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri, sehingga perlu menjaga kestabilan harga.

Dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2015, Menteri menetapkan harga BBM setiap bulan sekali.

“Langkah ini dilakukan pemerintah demi menjaga kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik serta menjamin penyediaan BBM Nasional,” terangnya.

Seperti diketahui, per hari ini (1/4/2016) pukul 00.00 WIB, pemerintah telah memberlakukan harga BBM baru. Untuk BBM khusus atau jenis penugasan dan diluar wilayah penugasan Jawa-Madura-Bali dan harga BBM sebagai berikut:

1. Minyak Tanah tetap Rp 2.500 per liter
2. Minyak Solar Subsidi turun dari Rp 5.650 per liter menjadi Rp 5.150 per liter
3. Bensin Premium RON 88 Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali dari Rp 6.950 menjadi Rp 6.450 per liter. (RZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here