SHARE
Foto: Affan/Geo Emergi

MIGASNESIA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan PT Aneka Tambang (Persero) memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2015. Dilansir dari Indonesia Market Qwote, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampoerno mengatakan, tidak dibaginya deviden karena keadaan perusahaan yang sedang merugi.

“Tidak bagi (dividen) tahun ini karena rugi” tutur Fajar di Jakarta, Kamis (31/3). Dikatakan Fajar, selain kinerja yang masih negatif, putusan tersebut karena harga komoditi nikel dan mineral lainnya masih jatuh, juga adanya larangan ekspor bijih tambang. Jika dilihat pada 2015, Antam menorehkan peningkatan rugi berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas publik sepanjang 2015 sekitar 93% menjadi Rp1,440 triliun, dari Rp743 miliar pada tahun sebelumnya.

Hal itu disebabkan selisih laporan keuangan sekitar Rp20,633 juta pada periode 2015. “Sedangkan dari tahun sebelumnya berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp107,245 juta. Beban keuangan pun kian membengkak atau 94% menjadi Rp246,021 miliar,” tuturnya.

Selain itu, kerugian lain-lain pada periode Januari-Desember 2015 juga mencapai angka Rp297,954 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 32,25% dari periode serupa tahun sebelumnya sekitar Rp225,289 miliar. “Beban lain-lain juga membesar menjadi Rp967,335 miliar sepanjang tahun lalu,” katanya.

Meski demikian, perseroan masih berhasil mencatat kenaikan pendapatan 11,79% menjadi Rp10,531 triliun pada 2015, dari tahun sebelumnya Rp9,420 triliun. Dimana kontributor terbesar pendapatan Antam sepanjang tahun lalu adalah penjualan emas dan feronikel.

“Emas menyumbang Rp7,31 triliun atau 70% dari total penjulan, sedangkan feronikel sebanyak Rp2,72 triliun atau 26%,” tutupnya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here