SHARE
ilustrasi

MIGASNESIA – PT Pertamina (Persero) tengah mengincar keikutsertaannya dalam pengelolaan Blok Masela, hal itu dikarenakan potensi gas yang terdapat di Blok Masela sangat besar, yakni mencapai 10,73 triliun kaki kubik (tcf).

“Tentu saja dalam masalah ini Pertamina harus mengambil posisi, terlebih cadangan gas yang terdapat banyak” ujarnya Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto pada media di Jakarta, yang ditulis pada Selasa (29/3/2016).

Sebagai langkah awal, Pertamina tengah mengumpulkan data lengkap tentang Blok Masela. Untuk itu perseroan membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan ke depan.

“Dengan begitu Pertamina tidak perlu menunggu kontrak Blok Masela habis pada 2028, untuk mendapatkan hak pengelolaan,” terangnya.

Untuk itu Mantan dirut PT Semen Indonesia ini berharap bisa memperoleh hak pengelolaan sebelum keputusan final investasi atau Final Investment Decision (FID). Meskipun Pertamina belum mengetahui skema apa yang bisa digunakan untuk mendapat hak pengelolaan blok migas tersebut.

“Selain dengan mekanisme pemberian hak pengelolaan atau participating interest (PI), Pertamina bisa bisa mendapatkan hak pengelolaan Blok Masela dengan skema bisnis biasa atau yang sering disebut farm out,” kata dia.

Saat ditanya mengenai anggaran yang disiapkan, ia mengaku belum dapat menjelaskan berapa besar anggaran tersebut. “Nanti sampai 2028 per tahunnya belum terlalu besar, dan tentu kami akan masukkan dalam anggaran,” tutupnya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here