SHARE
ILUSTRASI

MIGASNESIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM Sudirman Said mengkalaim dengan pencabutan subsidi pada Bahan Bakar Minyak/BBM jenis Solar akan menghemat anggaran subsidi mencapai angka Rp16 triliun.

Sudirman mengatakan, sebagai langkah awal pihaknya akan mengusulkan pencabutan subsidi Solar ini ke Dewan perwakilan Rakyat/DPR. Pasalnya ide tersebut sangat tepat ketika harga minyak dunia sedang anjlok.

“Mumpung harga rendah, kita usulkan penggeseran subsidi. Subsidi Solar bisa hilang seluruhnya atau sebagian,” kata Sudirman Said pada media yang ditulis, Jumat (25/3/206).

Saat ini Kementerian tinggal menunggu persetujuan Komisi VII serta Badan Anggaran/Banggar DPR dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan/RAPBN-P 2016.

“Ini proposal kita, tingga menunggu persetujuan Komisi VII dan Banggar. Pas bahas APBN-P,” terang Sudirman.

Menurut Mantan Direktur Utama/dirut PT Pindad ini, penghapusan subsidi Solar sebesar Rp 1.000 per liter akan menghemat anggaran, sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk kegiatan produktif, seperti program kesejahteraan masyarakat.

“Kita bisa alihkan ke sektor produktif penghematan Rp 15 triliun- 16 triliun. Karena subsidi banyak digeser ke kesehatan, pendidikan, infrastruktur, bangun waduk, jalan, dan sebagainya. Ini akan mempercepat program kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here