SHARE
ilustrasi

MIGASNESIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan investasi Inpex dan Shell di Blok Masela akan mengalami penundaan.

Sudirman mengatajan pendundaan itu dikarenakan kajian yang dilakukan kedua investor tersebut pengembangan Plan Of Development/POD yang dilakukan di lepas pantai/offshore, sementara Presiden Joko Wododo/Jokowi memutuskannya di darat/onshore.

‎”Sudah itu kita berikan kesempatan untuk mengkaji ulang, dan kemungkinan saja karena memang harus diulang pengkajiannya akan ada penundaan sedikit‎,” kata Sudirman usai Jokowi memutuskan pembangunan Blok Masela di Darat.

Agar tidak terlalu lama, Sudirman mengaku telah meminta Kepala Satuan Kerja Khusus/SKK Minyak dan Gas/ Migas untuk duduk dan bertemu dengan kedua investor, demi memastikan penundaan keputusan investasi blok gas abadi di perairan selatan Indonesia tersebut.

“Ya bagaimanapun ini keputusan bapak Presiden, bagaimana proyek ini memberi manfaat kepada masyarakat dalam pembangunan regional maupun pembangunan ekonomi nasional,” terang Sudirman.aaa

Sekedar informasi, Inpex Indonesia mengaku mengharapkan keputusan persetujuan revisi POD dapat segera diberikan dan sesuai keinginannya, yaitu pembangunan di lepas pantai.

Namun jika permintaan tersebut tidak dapat dilaksanakan pemerintah, maka Inpex Indonesia akan memberi jadwal Final Investment Decision/FID proyek blok Masela mundur hingga 2020.

FID sendiri merupakan rencana para investor ini untuk pengembangan ladang gas di lepas pantai, mengingat Inpex dan Shell menginginkan hal itu. Namun, jika keputusan pengembangan di darat, maka FID bakal lebih lama di atas 2020. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here