SHARE
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

MIGASNESIA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM memastikan telah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan/APBN-P 2016, dimana fokus dalam penyusunan anggaran adalah Dana Ketahanan Energi/DKE.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengungkapkan, ALBN-P tersebut akan dibahas pada bulan April 2016.

“Ia, APBN-P akan dibahas bulan depan,” terangnya pada media di Jakarta.

Lebih lanjut Pamudji mengungkapkan, dalam pengajuan ini besaran dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar, yakni sesuai dengan kemampuan keuangan negara. “Kalau diberikan Rp 1 triliun sampai 2 triliun sudah cukup sebagai modal dasar DKE,” terangnya.

Selain itu pemerintah juga sedang membuat Peraturan Pemerintah/PP agar pembentukan dana tersebut benar-benar memiliki dasar hukum. PP ini juga akan mengatur mengenai penggunaannya.

“Dengan pembentukan PP ini kita (pemerintah) berharap dana ini dapat disetujui dalam APBN-P 2016,” ungkap Pamudji .

Rencana awal pemerintah akan memungut DKE dari selisih harga Bahan Bakar Minyak/BBM. Namun, karena rencana ini tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah membatalkan rencana pungutan DKE ini.

Tidak berhenti sampai disitu, keinginan pemerintah untuk mewujudkannya kembali dengan cara lain, salah satu langkahnya dengan mempersiapkan dasar hukum dan mengganti sumber pendanaannya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here