SHARE
ilustrasi

MIGASNESIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM Sudirman Said meminta para pelaku industri minyak dan gas/migas di Blok Masela, terutama Inpex dan Shell tidak mengambil keputusan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja/PHK pada karyawan yang selama ini bekerja di blok tersebut

Sudirman mengungkapkan, permintaan tersebut dikarenakan pemerintah akan segera memutuskan semua permasalahan yang terjadi. Terlebih keputusan untuk sektor industri migas ini.

“Pemerintah terus ingin menjaga iklim investasi. Saya optimistis dalam keadaan sulit seperti ini tetap saja ada jalan,” ujar Sudirman pada media di Jakarta.

Lebih lanjut mantan Direktur Utama PT Pindad ini mengatakan hingga kini pemerintah masih mengkaji skema pengembangan yang tepat dan memberi manfaat paling banyak untuk negara. Dimana pilihannya adalah mengolah gas di darat (Onshore) atau mengolah gas di kilang terapung di laut (Floating LNG).

“Saya juga meminta masukan dari banyak pihak, jadi kami menunggu kebijakan Presiden,” ujar dia.

Seperti diketahui, salah satu investor Blok Masela yakni Inpex, telah menyatakan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/SKK Migas tentang rencana pengurangan karyawan.

Pengurangan yang mencapai angka 40 persen dari total karyawan ini dilakukan investor lantaran pemerintah hingga kini belum memutuskan skema pengembangan Blok Masela. Akibatnya, pengembangan Blok Masela bakal terunda.

Keputusan akhir investasi atau Final Investment Decision (FID), yang semula ditargetkan dilakukan pada 2018, bisa mundur menjadi 2020. Dengan begitu proyek ini baru beroperasi pada 2026. Padahal, awalnya Blok Masela ditargetkan beroperasi pada 2024. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here