SHARE
ilustrasi

MIGASNESIA – Para pelaku industri minyak dan gas/Migas, meminta pemerintah tidak plin plan dan berhati-hati dalam memutuskan Plan of Development/POD Blok Masela dengan pembangunan fasilitas pengolahan gas di laut/FLNG.
“Pemerintah harus berhati-hati dalam memutuskan POD Masela,” terang Imran pada media di Jakarta.

Imran mengatakan, pembangunan fasilitas pengolahan gas menjadi gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) di tengah laut sudah pernah dilakukan Shell di Prelude Australia. Namun nyatanya belum menunjukkan keberhasilan karena fasilitas tersebut belum beroperasi.

“Yang menentukan floating LNG di dunia ini belum ada. Ada Australia setelah bangun Prelude yang belum operas,” terangnha.

Sehingga, kata Imran, perlu diperhatikan risiko dari dampak pembangunan ini. Hal itu dikarenakan LNG memiliki risiko besar jika terjadi kesalahan dalam pengoperasiannya.

Selain itu juga perlu diperhatikan dampak pembangunan fasilitas tersebut untuk ekonomi masyarakat sekitar. Apakah pembangunan memberikan manfaat lapangan pekerjaan atau tidak.

“Dikembalikan evaluasi bersifat teknis dan ekonomis sehingga gas memberikan penerimaan negara berujung pada kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here