SHARE

MIGASNESIA – Akibat tidak ada tegasnya sikap pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo – JK dalam memutuskan Plant Of Development/POD Blok Masela, 60 persen dari 400 orang pekerja kini kehilangan pekerjaannya. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Satuan Kerja Khusus/SKK Minyak dan Gas/Migas Amien Sunaryadi.

Amin mengatakan, Inpex yang merupakan salah satu investor di blok gas terbesar di dunia itu akan mengurangi karyawannya.

“Downsizing ini direncanakan menjadi tinggal 40 persen dari total personil di Indonesia,” ungkap Amin pada media di kantornya, Jakarta.

Lebih lanjut Amin mengatakan, kejadian ini sangat mengkhawatirkan, terlebih para karyawan akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja/PHK dan pekerja yang bakal dikurangi tersebut untuk kelas engineer.

Tidak hanya Inpex, hal serupa juga terjadi di Shell, dimana Shell berencana melakukan pengurangan pekerja.

“Kami menyayangkan‎ bahwa dalam situasi ekonomi Indonesia yang sedang menggalakkan investasi, ternyata ada investasi besar yang sudah di depan mata harus mundur minimal dua tahun,” beber Amien.

Untuk itu Amien berharap pemerintah segera mengeluarkan keputus POD, agar masyarakat Maluku‎ mendapat manfaat dari proyek ini minimal hingga dua tahun mendatang.

Inpex Indonesia juga menyatakan seandainya keputusan tersebut diberikan saat ini dan yang diputuskan tersebut adalah pilihan yang sesuai dengan rekomendasi SKK Migas yaitu Offshore (lepas pantai), maka jadwal Final Investment Decision) proyek Masela mundur hingga 2020. (REZA)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here