SHARE
Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi

MIGASNESIA – SKK Migas mengkhawatirkan akan dapat menimbulkan lay off bagi INPEX Indonesia, bahwa karena sampai dengan hari Kamis 10 Maret 2016 belum ada keputusan terhadap persetujuan Revisi POD Blok Masela yang sudah diajukan oleh INPEX Indonesia sejak awal September tahun lalu, Kini INPEX Indonesia telah memutuskan untuk melakukan downsizing personil INPEX di Indonesia. Downsizing tersebut direncanakan hingga menjadi 40 % dari total personil di Indonesia.

Demikian SKK Migas mendapat informasi dari INPEX Indonesia dalam rilisnya. Sejalan dengan hal itu, SKK Migas juga menerima informasi dari Shell Indonesia bahwa CEO Shell telah meminta para engineer Shell di Belanda, Kuala Lumpur dan Jakarta yang semula bekerja untuk proyek Masela segera mulai mencari pekerjaan baru di internal Shell global.

INPEX Indonesia sebenarnya masih sangat mengharapkan keputusan persetujuan revisi POD dapat segera diberikan. Akan tetapi, INPEX Indonesia juga menyatakan bahwa seandainya keputusan tersebut diberikan saat ini dan yang diputuskan tersebut adalah pilihan yang sesuai dengan rekomendasi SKK Migas yaitu Offshore (FLNG), maka jadwal FID (Final Investment Decision) proyek Masela yang bernilai investasi lebih dari 14 miliar dollar AS akan mundur kurang lebih 2 tahun yaitu ke akhir tahun 2020.

“SKK Migas menyayangkan bahwa dalam situasi ekonomi Indonesia yang sedang menggalakkan investasi, ternyata ada investasi besar yang sudah di depan mata harus mundur minimal 2 tahun. SKK Migas juga menyayangkan bahwa dengan terpaksa rakyat Maluku akan tertu t dari proyek ini minimal untuk 2 tahun,” dmeikian rilis yang disebar pada 16 Maret 2016 oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi kepada Media. (MGS/RZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here