SHARE
Ilustrasi

MIGASNESIA – Akhirnya rencana PT Pertamina (Persero) untuk memigrasikan masyarakat pengguna Bahan Bakar Minyak/BBM jenis Premium atau yang memiliki kadar RON 88 ke BBM yang lebih tinggi, mulai berhasil.

Keberhasilan ini diakui VP Marketing Development Integrated Supply Chain ISC PT Pertamina Hasto Wibowo, dia mengungkapkan pada 2016, diperkirakan migrasi masyarakat akan mencapai 164,6 juta barel atau 15 juta barel per bulan. Sehingga konsumsi tersebut menurun dari posisi sebelumnya, yakni mencapai angka 175 juta barel pada 2015.

“Ia, pada 2016, demand premium ‎mengalami penurunan,” ujar Hasto saat memveri keterangan kepada media di Jakarta.

Dia mengungkapkan, penurunan utama konsumsi BBM dengan kadar Reserch Octane Number (RON) 88 adalah kesadaran masyarakat untuk memilih BBM yang memiliki kualitas lebih baik.

“Ada penurunan ini karena penyebabnya ada kenaikan konsumsi dari BBM jenis lain, seperti Pertalite, Pertamax,” terangnya Hasto.

Lebih rinci Hasto mengungkapkan untuk konsumsi Pertamax pada 2016 mencapai 1,8 juta barel. Dimana Pertamax tersebut berasal ‎dari kilang dalam negeri 700 ribu barel dan 1 juta barel dari impor. Sedangkan konsumsi solar sebesar 13 juta barel per bulan atau sekitar 156 juta pada 2016.

“Karena Solar umum kebutuhan kurang lebih 13 juta per bulan. Impor tidak ada untuk pasar umum tidak ada. Belum ekspor,” ujarnya.

Sekedar informasi, pada tahun 2016 Pertamina mendatangkan dari impor sebanyak ‎96 juta barel untuk memenuhi kebutuhan Premium pada 2016. Kemudian 84 juta barel dari pengolahan minyak mentah (kilang) dalam negeri.

“Dari situ berapa yang dihasilkan (kilang) 7 juta barel (Per bulan). Balancenya berati 8 juta barl (per bulan) itu impor,” tutupnya. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here