SHARE
ILUSTRASI

MIGASNESIA – Menteri Energi Sumber Daya Mineral/ESDM Sudirman Said memastikan jika pemerintah tidak akan memberikan subsidi kepada pengusaha yang akan membeli batu bara untuk keperluan bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pasalnya yang saat ini dibutuhkan adalah regulasi dan fasilitas negosiasi antara pengusaha batu bara dan pengembang listrik.

“Tidak harus subsidi karena yang dibutuhkan adalah regulasi dan fasilitas negosiasi bagi perusahaan batu bara dan perusahaan listrik,” ujar Sudirman pada media di Jakarta.

Dijelaskan dia, fasilitas negosiasi tersebut bertujuan untuk mencari harga yang cocok antara pengusaha batu bara dengan pengembang listrik. Hal itu berguna untuk dapat saling membantu.

‎”Pertama, supaya ketemu harga yang kami sebut keseimbangan dan sudah mulai bicara. Ini mekanisme pasar yang belum terbentuk saja. Kalau kita dorong ini harga sekian margin cukup dan listrik yang penting hitungan masih masuk,” terangnya.

Meski demikian Sudirman mengaku jika pihaknya akan mencari solusi harga batu bara yang sesuai dengan ke‎untungan pengusaha dan kemampuan pembangkit listrik, agar produksi batu bara mencukupi saat program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW) berjalan.

Seperti dikeyahui, permasalah ini bermula dari pengakuan Asosiasi P‎ertambangan Batubara Indonesia/APBI yang menyebut kondisi harga batu bara yang dibeli Pembangkit Listrik Tenaga Uap/PLTU, dengan harga saat ini dikhawatirkan pasokan batubara tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangkit

Namun dia mengakui jika kekurangan pasokan tersebut bukan karena minimnya cadangan batu bara yang ada, tetapi karena harga batu bara yang tidak sesuai keekonomian sehingga pengusaha lebih memilih menghentikan kegiatan produksi. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here