SHARE

MIGASNESIA – Dalam sarasehan sejumlah tokoh dalam membahas kedaulatan dan ketahanan energi yang berlansung di Palembang, pada 12 Maret 2016 lalu ada sekitar 900 orang dari berbagai kelompok masyarakat yang hadir.
Dan poin penting yang dibahas, semua komponen masyarakat itu ingin revisi UU Migas ditujukan bagi kesejahteraan rakyat sesuai amanat pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945.

“Bahwa negara harus berdaulat, penguasaannya oleh negara dan perusahaan negaralah diberikan hak prioritas utama dalam pengelolaan energi di negara kita karena sejarah telah membuktikan bahwa produk UU Migas No. 22/2001 yang proses dibuatnya diprakarsai waktu itu oleh Menteri ESDM Kuntoro Mangkusubroto, dan fakta ini dapat ditemukan pada ‘archie’ di kantor Kedubes Amerika Jakarta,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, Senin (14/3).

Pada 29 Agustus 2008, menurut Yusri, Kedubes AS telah mengeluarkan pernyataaan bahwa keterlibatan USAID terhadap apa yang disebut sebagai proses reformasi sektor energi yang menjadi produk UU Migas No. 22/2001, diawali permintaan Kuntoro ke USAID untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam mereview draft UU Migas saat itu.

Adapun prosesnya kata Yusri, diawali dengan adanya permintaan dari Kuntoro Mangkusubroto selaku Menteri ESDM (ketika itu) ke USAID untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam mereview draft UU Migas pada saat itu. Dan dalam kesepakatan perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia dengan USAID dalam perjanjian “Strategic Obyective Grant Agreement” (SOGA).

“Dalam dokumen tersebut Kedubes AS mengakui bahwa upaya meloloskan UU Migas tidaklah mudah dalam proses pembahasannya antara Pemerintah dengan Parlemen di DPR. Dan adapun bantuan dana oleh USAID sebesar USD 20 juta saat itu, ini patut diduga digunakan sebagai pelicin di DPR untuk memuluskan konsep Undang Undang Migas nomor 22 tahun 2001 yang sangat liberal dan mengkerdilkan fungsi perusahaan negara yaitu Pertamina,” ujar Yusri.(ADS/MGS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here