SHARE
Kurtubi Foto: IST

MIGASNESIA – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat/DPR RI Kurtubi, meminta pemerintah tidak menurunkan harga jual Bahan Bakar Minyak/BBM terlalu rendah atau dibawah Rp5.000 per liter. Hal itu disebabkan pemerintah akan mendapat resiko saat harga minyak dunia kembali naikan.

“Jika diturunkan harga BBM terlalu banyak. Berpotensi besaran angka jika terjadi kenaikan kembali, tentu akan tinggi pula,” ujar Kurtubi dalam keterangan resminya yang diterima Migasnesia di Jakarta.

Menurutnya pemerintah harus bijak dalam memutuskan harga BBM. Pasalnya jika salah menentukan harga dapat dipastikan masyarakat akan melakukan tuntunan besar-besaran.
“Harus bijak dalam memutuskan, karena ini bisa mengundang demo besar-besaran (Dari masyarakat),” terangnya.

Terkait perbandingan harga BBM Indonesia dengan Malaysia dan Singapura, Kurtubi menilai sangat tidak wajar. Terlihat dari kondisi geografis dan luas wilayah saja, Indonesia jauh lebih besar dan luas dibandingkan negara tetangga. Dengan demikian, Indonesia memerlukan biaya angkut yang jauh lebih mahal dibandingkan negara tetangga.

“Tidak apple to apple membandingkan Indonesia dengan negara tetangga. Indonesia sangat luas dan terdiri atas ribuan pulau. Tentu ongkos untuk membawa BBM ke berbagai wilayah tersebut sangat mahal. Di Indonesia, perlu pesawat untuk mengangkut BBM, sedangkan Singapura misalnya, sangat murah karena cukup mempergunakan truk,” tutup Kurtubi. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here