SHARE

MIGASNESIA – PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) mengaku jika masih mengalami kendala pembebasan lahan untuk membangun jaringan kelistrikan diwilayah Sumatera Selatan ke Lampung.

Diakui Manajer Senior PLN Agung Murdifi, pembangunan jaringan ini untuk mengurangi devisit listrik yang selama ini terjadi di Lampuung.

“Saat ini sistem kelistrikan di Sumatera Selatan mengalami kelebihan pasokan,” ujar Agung dalam keterangannya di Jakarta.

Dijelaskan dia, ‎pasokan listrik yang tersedia untuk wilayah Sumatera Selatan mencapai 1.150 Mega Watt (MW), sementara beban puncaknya hanya 714 MW. Sehingga dapat diartikan daya listrik mengalami kelebihan mencapai 436 MW.

Lebih lanjut dengan adanya pembangunan ini kelebihan pasokan tersebut dapat disalurkan, jika sistem interkoneksi Sumatera Selatan-Lampung tersambung.

“Hal ini dapat menutup defisit daya yang terjadi di Lampung yang mencapai 130 MW,” terangnya

Namun upaya PLN membangun sistem interkoneksi kelistrikan antara Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung sejak 2007 hingga kontrak pembangunan di perbaharui yakni pada 2012 masih terkendala.

“PLN masih kesulitan menyelesaikan pembangunan tower transmisi,” tuturnya.

Diakui Agus, penyebab utama terkendala pembangunan ini adlah belum relanya pemilik lahan untuk membebaskan lahannya demi pembangunan tower transmisi penghubung aliran listrik dari Sumsel ke Lampung sepanjang 58,9 kilometer sirkit (kms).

“PLN berencana untuk menghubungkan sistem kelistrikan antara Sumsel dengan Lampung melalui jaringan Transmisi 150 kilo Volt ( kV) Seputih Banyak – Menggala yang dibangun di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Sesuai perhitungan awal, pembangunan sistem interkoneksi Sumsel-Lampung itu memerlukan 179 tower yang harus terhubung dari Menggala ke Seputih Banyak. Namun karena hal tersebut perseroan baru dapat menyelesaikan sebanyak 90 tower.
“Pengerjaan pembangunan tower terpaksa berhenti sementara, karena PLN belum berhasil membebaskan tanah yang dimiliki beberapa perusahaan perkebunan,” tutupnya.(Reza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here