SHARE

MIGASNESIA- PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) secara resmi telah menurunkan Tarif Tenaga Listrik/TTL untuk 12 golongan pelanggan pada Maret 2016 ini.

Penurunan ini terjadi akibat perseroan menerapkan skema penyesuaikan (adjustment) dengan harga minyak, nilai tukar rupiah dan inflasi.

Dilansir dari laman resmi PLN, pada Selasa (1/3), tarif listrik untuk tegangan rendah pada Maret 2016, tarif turun sebesar Rp 37 sehingga menjadi Rp 1.355 per kilo Watt hour (kWh). Sedangkan tarif pada Februari 2016 tercatat Rp 1.392 per kWh.

Berikut golongan pelangan Tegangan Rendah yang mendapat penurunan harga listrik :

– Rumah Tangga R-1 daya 1.300 VA
– Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
– Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA
– Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
‎- Bisnis B-2/TR daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA
– Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA
‎- Penerangan Jalan Umum P-3/TR‎.

Untuk tarif tegangan menengah pada Maret 2016 tercatat Rp 1.042 per kWh. Dimana tersebut mengalami penurunan tarif sebesar Rp 42 per kWh. Sedangkan untuk Februari 2016‎ yang dipatok perseroan sebesar Rp 1.071 per kWh.

Berikut golongan Tegangan Menengah yang mendapat penurunan tarif :

– Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA
‎- Industri I-3/TM daya di atas 200 kVA
– Kantor Pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA.

Hal serupa juga terjadi pada tarif tegangan tinggi. Dimana listrik mengalami penurunan sebesar Rp 11 per kWh. Sehingga harga listrik di Maret 2016 menjadi Rp 933,26 per kWh. Sehingga dipastikan harga listrik lebih rendah dibanding tarif Februari 2016 yang mencapai Rp 959 per kWh.

Berikut golongan Tegangan Tinggi yang mendapat penurunan tarif listrik :‎

– Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas. (REZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here