SHARE
Rizal Ramli

MIGASNESIA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli kembali menegaskan jika pembangunan kilang merupakan alternatif untuk dapat menghemat biaya produksi mencapai 50 persen.

“Pemerintah mendorong adanya kilang mini di Indonesia karena ini akan menekan harga hingga 50 persen dengan rincian hemat biaya tanker 20 persen, margin keuntungan 10 persen tax 10 persen dan asuransi 10 persen,” ujar Rizal Ramli di Jakarta.

Dikatakan dia, jika selama biaya banyak habis karena jalur distribusi yang cukup panjang, maka dengan embangunan kilanglah dapat ditekan.

“Kilang mini akan lebih efisien bila dibangun di mulut sumur minyak, dibandingkan jika minyak mentah diangkut dan diolah di kilang di tempat lain.
,” terangnya lagi.

Dia mencontohkan, untuk membangun sebuah kilang dengan biaya pembangunan sebesar US$ 50 – US$ 150 juta untuk kapasitas 6.000 sampai dengan 18.000 barel per hari. Dengan membangun 10 kilang mini maka mendapatkan kapasitas hampir 100.000 – 200.000 barel per hari dengan biaya investasi yang jauh lebih rendah, jika dihitung secara proporsional per barelnya.

Terlebih lanjut dia, produk akhir BBM didistribusikan untuk daerah sekitar. Dengan demikian, kilang mini akan mendatangkan lebih banyak keuntungan termasuk memperkuat ketahanan energi daerah. “Lebih dapat menghemat,” tutupnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here